Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

Mau Sehat, Jalan kaki lah..


VIVAlife - Hidup di zaman modern, gaya hidup seseorang banyak mengalami perubahan. Bahkan, mereka para kaum urban mulai menerapkan pola dan gaya hidup tak sehat.

Kegiatan olahraga mulai banyak ditinggalkan. Bahkan, olahraga yang murah dan santai seperti berjalan kaki pun sudah banyak tak dilakukan.
Karena hal ini, banyak orang muda menderita obesitas, diabetes, terkena serangan jantung, juga banyak yang meninggal di usia muda. 

Dan perlu Anda tahu, sesungguhnya berjalan kaki adalah salah satu kegiatan olahraga yang menyenangkan. Memiliki banyak manfaat kesehatan, aman dilakukan semua kelompok usia yang ingin tetap aktif dan fit tanpa banyak usaha.  

Untuk itu, jika Anda ingin memiliki umur panjang, coba rutin jalani kegiatan berjalan kaki. Agar lebih yakin, Sunita Pathania --ahli gizi dan educator diabetes dari Healthy Living Diet Clinic, Mumbai, memiliki catatan 18 daftar manfaat berjalan kaki untuk kesehatan seperti dikutip laman Times of India:

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Orang yang melakukan kegiatan berjalan kaki secara teratur memiliki risiko menurunkan penyakit jantung, pembunuh terbesar nomor satu di dunia. Selain itu, rutin berjalan teratur membantu seseorang untuk pulih lebih cepat dari serangan jantung.

 2. Meningkatkan kesehatan seksual

Jalan cepat setiap hari dapat meningkatkan kualitas hubungan suami istri.  Berjalan, juga membantu untuk meningkatkan sirkulasi darah dan dengan demikian mampu menghalau impotensi.

3. Menyehatkan tubuh 

Jika Anda ingin tetap fit dan tidak punya waktu untuk melakukan beberapa aktivitas fisik, cobalah melakukan kegiatan jalan santai saat waktu luang. Kegiatan sederhana ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.

Apalagi, jika dilakukan secara rutin. Berjalan adalah cara paling sederhana untuk tetap fit. Tak hanya itu, kegiatan ini juga membantu proses penyembuhan seseorang dari suatu penyakit, meningkatkan kesehatan biologis, kesehatan fisik, kesehatan psikososial, dan kesehatan emosional.

4. Olahraga aerobik

Rutin berjalan kaki juga merupakan bentuk olahraga aerobik. Kegiatan ini membantu meningkatkan suasana hati Anda, membuat tubuh lebih bugar secara fisik dan meningkatkan kualitas kesehatan Anda.

5. Mengurangi tekanan darah

Aktivitas fisik seperti berjalan membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Seperti diketahui, tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer. Untuk itu, seseorang harus berjalan secara teratur agar terhindar dari masalah ini. Berjalan membantu untuk meningkatkan aliran darah, sehingga meningkatkan oksigen yang tersedia ke otot, yang membuat pembuluh darah lebih rileks dan membantu untuk menurunkan tekanan.

6. Meningkatkan kesehatan tulang

Berjalan membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang dan memperlambat hilangnya tulang dalam tubuh Anda. Latihan sederhana ini sangat efektif untuk tulang belakang, kaki, dan pinggul.

7. Menurunkan risiko diabetes

Rutin berjalan membantu untuk meningkatkan tingkat BMI pada orang dengan diabetes dan memungkinkan efisiensi penggunaan glukosa oleh otot, yang berarti pemanfaatan yang tepat dari insulin dalam tubuh serta membantu untuk meningkatkan tingkat gula darah.

8. Membunuh depresi

Berjalan membantu untuk meningkatkan mood Anda dan dapat mencegah depresi. Selain itu, orang-orang yang berjalan secara teratur dapat melawan depresi lebih efektif.

9. Meningkatkan kewaspadaan

Olahraga aerobik sederhana ini juga membantu meningkatkan kewaspadaan pikiran Anda. Berjalan meningkatkan sirkulasi dan ketersediaan oksigen ke otak, sehingga meningkatkan kewaspadaan. 

10. Meningkatkan kualitas tidur

Berjalan membantu meningkatkan energi siang hari, ini membantu dalam memberikan lebih lama dan lebih sehat kualitas tidur seseorang. Jika Anda ingin tidur lebih nyenyak, coba lakukan kegiatan berjalan sebelum pergi ke tempat tidur. 

11. Membunuh stres

Berjalan mempromosikan kesejahteraan mental, dengan membunuh semua ketegangan dan stres. Jika Anda merasa stres, keluar dari ruangan dan berjalan, kombinasi gerakan dan udara segar akan segera meningkatkan suasana hati  Anda dan membuat rileks.

12. Mencegah keguguran

Berjalan selama kehamilan membantu mengurangi kelelahan dan berbagai masalah yang berhubungan dengan kehamilan lainnya. Hal ini juga membantu untuk menurunkan berat badan dengan mudah dan menurunkan risiko diabetes gestational. Berjalan juga dapat mencegah terjadinya keguguran.

13. Mengurangi lemak tubuh

Berjalan membantu Anda menjaga berat badan yang sehat. Berjalan sekitar 5.000 langkah sehari membantu menurunkan lemak tubuh dan berat keseluruhan.

14. Meningkatkan stamina
 
Berjalan membantu untuk meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Kegiatan ini pun membantu seseorang meningkatkan stamina tubuhnya. 

15. Meremajakan diri

Ingin memanjakan diri dan membuat tubuh rileks, tak perlu mengeluarkan biaya yang besar melakukan spa di salon mahal. Cukup rutin berjalan kaki, kegiatan ini juga mampu meremajakan diri sendiri dengan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi serta membantu Anda merasa lebih fresh. Berjalan kaki santai sambil menikmati pemandangan benar-benar mampu meningkatkan suasana hati. 

16.  Meningkatkan umur panjang

Berjalan secara teratur membantu seseorang untuk hidup lebih sehat dengan umur yang panjang. Lebih penting lagi, berjalan bisa mencegah seseorang menderita penyakit yang berhubungan dengan usia seperti osteoarthritis dll.


17. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Berjalan kaki secara rutin ternyata juga bisa menghalau serangan virus dan berbagai penyakit seperti pilek, batuk, dan flu. Dengan demikian berjalan kaki meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

18. Mengurangi kolesterol jahat

Berjalan menyusuri jalan juga membantu mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh, sehingga mempromosikan kesehatan jantung. Berjalan membantu untuk membakar hampir 300 kalori per hari, ini secara signifikan membantu menurunkan kolesterol jahat.

Senin, 15 Juli 2013

Workaholic, apakah anda termasuk?


Bekerja adalah suatu kesenangan tak terkira bagi si workaholic. Bagi mereka yang workaholic, 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan sepertinya tidak pernah cukup. Nah, bagaimana dengan Anda, apakah mengalami sindrom workaholic?

Biasanya orang yang mengalami sindrom workaholic melakukan berbagai penyangkalan. Menurut mereka, terus bekerja seolah tanpa ada waktu istirahat demi mendapat lebih banyak pencapaian adalah hal yang lumrah. Kerap kali seorang workaholic cenderung mengalami krisis kepercayaan diri.

Berikut ini tanda-tanda umum dan gejala workaholic seperti disampaikan
Psikolog Klinis & Therapis Psikoanalitis di Imago-Centre for Self, Dr Pulkit Sharma, seperti dikutip dari Health India, Selasa (16/7/2013):


1. Mengabaikan kehidupan pribadi, hubungan, waktu luang, dan tidur
2. Sulit bersantai
3. Perasaan sedih dan gelisah ketika tidak bekerja.

4. Ada rasa kelegaan saat melanjutkan pekerjaan
5. Ketika jauh dari pekerjaan, ada rasa panik bahwa akan kehilangan sesuatu yang penting
6. Ketidakmampuan untuk mengambil istirahat atau liburan
7. Selalu dekat dengan gadget di 24 jam dalam 7 hari.



Saat melakukan analisa psikologis mendalam, Dr Sharma menemukan bahwa orang-orang yang mengalami sindrom workaholic mengalami dua macam ketakutan. Ketakutan yang dimaksud adalah:

1. Takut gagal
Kebanyakan orang yang workaholic memiliki penilaian pribadi yang rendah. Mereka cenderung menggunakan prestasi sebagai obat untuk merasa lebih baik dalam melihat dirinya. Mereka bahkan takut akan kegagalan kecil sekalipun, sehingga membuat mereka workaholic.


2. Takut diri sendiri
Tanpa sadar, beberapa orang yang cenderung workaholic tidak nyaman dengan diri mereka. Karena itu mereka berjuang dengan emosi yang sulit dan kompleks, bekerja secara berlebihan untuk menjaga pikirannya tetap sibuk.


Bagi orang-orang yang workaholic, mereka sangat sulit menemukan waktu di akhir pekan. Mereka cenderung merasa kosong, mudah tersinggung, dan depresi sehingga selalu menemukan cara untuk kembali bekerja.

Jika tidak sedang bekerja di tempat kerja, mereka selalu berupaya bekerja melalui gadgetnya di akhir pekan. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang akan berdampak tidak baik bagi kesehatan fisik dan psikologis. Sebab orang yang workaholic rentan terhadap penyakit dan gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, GERD, spondilitis, depresi, gangguan kecemasan umum, gangguan obsesif kompulsif, konflik dalam perkawinan, serta ketidakharmonisan keluarga.


Minggu, 02 Juni 2013

Menghilangkan Kantung Mata Secara Alami

Kantung mata bisa muncul disaat anda kurang tidur, stres atau terlalu lelah.
Hal ini dapat merusak penampilan khususnya pada riasan wajah. Namun, anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara praktis yang dapat anda lakukan untuk menghilangkan kantung mata dengan cepat.
1.Es batu
Sensasi dingin dari es batu dapat membuat anda lebih segar dan menghilangkan kantung mata. Caranya, bungkus es batu dengan sapu tangan, kemudian letakkan di mata. Untuk menyegarkan mata yang lelah anda juga dapat menggosokkan es batu secara lembut di sekitar mata.
2. Air mawar
Caranya, celupkan kapas ke dalam air mawar dan letakkan pada mata yang lelah. Tunggu beberapa saat kemudian lepas kapas. Air mawar dapat membantu membuat mata lebih cerah.
3. Mentimun dapat mendinginkan kulit dan memberikan efek yang menenangkan kulit serta dapat mencegah keriput.
4. Jus lemon
Jus Lemon dapat membantu memutihkan lingkaran hitam di bawah mata dan juga merupakan bahan alami untuk menyegarkan serta meremajakan kulit daerah mata. Caranya, Oleskan perasan jeruk lemon ke lapisan kulit bawah mata serata digosok secara perlahan. Saat melakukan ini, anda harus berhati-hati agar air lemon tidak masuk ke dalam bola mata karena dapat membuat mata terasa perih.

Sumber: DetikHealth

Sedia 'Payung' Sebelum Kena Serangan Jantung




Lazimnya, payung disiapkan saat cuaca mendung agar seseorang tidak basah kuyup kehujanan. Namun kini, payung juga dipakai untuk mencegah serangan jantung. Tentu bukan payung sungguhan, melainkan implan khusus berbentuk mirip payung.


Implan jantung berbentuk payung yang disebut occluder dalam sebuah penelitian telah terbukti bisa mengatasi cacat jantung minor. Cacat yang dimaksud diderita oleh 25 persen populasi dengan kondisi Patent Formal Ovale (PFO), yakni lubang di serambi jantung yang tidak bergejala tetapi bisa meningkatkan risiko stroke.



Lewat operasi yang cukup dilakukan dengan bius lokal, 'payung' occluder ini dimasukkan melalui pembuluh darah lalu diarahkan dengan kateter menuju lubang kebocoran di jantung. Begitu mencapai lokasi yang diharapkan, payung berbahan poliester itu akan mengembang lalu menutur lubang.


Prosedur ini hanya membutuhkan waktu singkat dalam hitungan menit, namun kebanyakan pasien diminta untuk rawat inap untuk observasi atau pengamatan lebih lanjut sebelum diperolehkan pulang. Paling tidak, prosedurnya tidak serumit operasi jantung pada umumnya.


"Operasi dilakukan selam 45 menit dan saya dalam kondisi sadar saat menjalaninya," kata David Hargreaves, salah satu pasien pertama di Inggris yang menjalani pemasangan implan 'payung' di jantung seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (3/6/2013).


Lubang atau kebocoran di jantung merupakan salah satu penyebab stroke, selain tentunya endapan kolesterol yang membentuk plak lalu menyumbat pembuluh darah ke otak. Dalam kasus jantung bocor, operasi penutupan lubang diyakini bisa mengurangi risiko stroke hingga 70 persen.


Stroke sendiri merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di samping masalah jantung dan pembuluh darah lainnya. Di Inggris, diperkirakan ada sekitar 150 ribu serangan stroke setiap tahun dan 8 dari 10 kasus dipicu oleh sumbatan pada pembuluh darah yang menuju otak.


sumber: detikhealth